Rindu dan rasa cemas ditinggalkanmu, seperti sekam yg harus aku telan setiap saat. Tetapi dateng padamu dan mengusikmu seperti tamparan rasa bersalah yg berulang kali jika ku dapati hanya rasa sakit. Aku tak ingin memikirkan prasangka prasangka yg tak bener, tetapi ku mohon katakan padaku bagaimana aku jelaskan jika aku bersalah padamu.
Sungguh jika pun aku tak bisa membales mu jangan engkau memarahi diriku, aku hanya ingin tau letak dimana kesalahan aku pada mu. aku tidak menyalahkan mu tapi yg tidak aku mengerti entah mengapa dimata seseorang yg berjuang tidak pernah bener bener bisa membuat pejuang berhenti.
Karenanya maafkan aku, jika aku tak pernah ingin memahami apa maksudmu, apa yg kau mau, dll. Entah aku mulai takut untuk menulis. Aku takut jika menulis praduga salah dikepala ku. Karena bahkan dikeadaan tak lagi dihiraukan, apa yg di tuang kepalaku selalunya adalah kesalahan dari rasa takut kehilangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar