Minggu, 11 November 2018

senja

Ini tentang satu senja yang tak lagi jingga. Warnanya seperti palet yang tumpah ruah, menciptakan warnanya tersendiri. Meleburkan setiap rindu yang kumiliki.

Ini tentang satu sore kala menatap kedua bola matanya dalam sedetik. Di sela canda, di tengah perdebatan, atau bahkan ketika diam tak berkutik. Mampu mendebarkan hati yang telah lama mati.

Ini tentang dia, di satu sore yang beranjak gelap. Namun untuk pertama kali usai bertahun-tahun, Aku tak mengapa mendapati malam menggigit. Maupun mendapati esok adalah hari terberat.

Ada dia yang kubungkus dalam hati. Tentang senyumnya, tawanya, hingga sorot mata jenakanya. Dalam satu sore yang tak lagi jingga.

diem=emas

Seharusnya,

aku tetap diam ketika diterpa perasaan yang kian merambat tak tau arah.

aku tetap diam ketika suatu ini muncul tiba-tiba, tak sadar tempat bahwa semua hanya siklus pertemanan.

aku tetap diam ketika sadar titik kebahagiaan itu hadir melalui omong kosong kekonyolanmu akan hal-hal sederhana.

Karena seharusnya aku hanya harus tetap diam,  menganggap gejolak pada diriku sendiri tak ada.

Karena aku telah belajar,
bahwa diam ternyata benar, emas.

tercinta❣️

Orang tuamu mungkin tidak lancar atau mungkin juga sama sekali tidak mengerti Bahasa Inggris.
Mereka mungkin tidak mengerti teknologi dan tren-tren yang sedang laris.
Mereka mungkin terlihat kuno dan bodoh. Tidak bisa mengajarimu aljabar, tidak mengerti teori ini itu secara panjang lebar.
Mungkin pula kamu pernah malu akan mereka yang menurutmu tidak sekeren orang tua temanmu lainnya.

Dan yang sering terlewati dan belum dipahami, mereka mengerti sekali tugasnya untuk bekerja sehingga kamu punya kesempatan mendapatkan pendidikan tinggi.

Mereka yang paling tau seperti apa nada tangismu saat baru lahir dulu, mengerti alergi-alergi dan hal apa saja yang harus dihindari.
Mereka yang paling tahu makanan kesukaanmu, baju favorit pertamamu, tanggalnya gigi susumu, langkah pertama saat kamu belajar berjalan dan jatuh.

Mereka yang sering dianggap tidak keren sama sekali, tanpa kamu ketahui, mencintaimu lebih dari diri sendiri.

lelah

aku sudah kehabisan cara untuk membuatmu jatuh cinta.

mulai dari selalu mengalah sampai sesaknya meredam amarah.

pernah aku ingin jadi wanita-wanita yang dulu pernah menjadi tambatan hatimu, seperti apa mereka sampai-sampai mampu membuatmu berjuang sebegitunya, sampai membuatmu tergila-gila cinta.

mereka yang dengan mudah mendapatkan tahta dihatimu, tanpa perlu menderita karena rindu, tanpa perlu digantung waktu, tanpa perlu dihancurkan terlebih dahulu.

pernahkah mereka memohon kepadamu untuk tetap tinggal? pernahkah mereka marah hebat, tapi justru mereka yang meminta maaf? pernahkah mereka kau tinggalkan tanpa kabar tetapi tetap menyambut baik ketika kau datang?

aku selalu bertanya-tanya, pernah kah mereka melakukan apa yang aku lakukan hanya untuk membuatmu jatuh cinta?

dan aku sudah kehabisan cara, sakitku sudah mengalahkan segalanya, karena seindah apapun aku mencintaimu, aku tetaplah aku