Senin, 29 Agustus 2022

N I K ahh

dipagi hari mungkin kau akan menjadi kala pertama saat kau bangun, dengan rambut lepekmu, kantung matamu, pori pori lembabmu, juga segala perilaku aneh yg belum pernah tayang sebelumnya, lalu menyaksikanmu bersusah payah membuka tirai kamar dan kulit kulit kita akan dikelitikin matahari kau akan menarik tanganku secara sporadis, kau akan begitu spartan hanya karna memintaku untuk tidak kembali rebahan, setelah itu terjadilah upacara menyikat gigi bersama sama jg bersama sama malu karna dihadapan paduka cermin, sampai dimana kita masuk pada segmen menyerahkan tawa pada satu sama lain.

sepertinya kamu masih terlalu belia untuk menjadi juru masak, namun dengar kau tak perlu khawatir bila kau tak begitu terampil karna sejujurnya telor dadarmu yg tak semetris, atau pun segelas teh mu yg terlalu manis udah begitu melimpah bagiku. 

aku akan membantumu menyeduh air panas untuk setiap janji2 kita, sampai nanti kita rebus bersama sama menunggu mateng agar bisa kita santap hari ini, meski nanti rasanya kurang begitu bersahabat namun di depanmu aku akan berpura2 hebat. 

ruang tamu akan menjadi panggung berisik atas komentar2 mu lonjakan harga pangan di pasar, tentang tagihan listrik, biaya internet, juga biaya cicilan kita lainnya. dibalik perekonomian yg pas2an bisa bersamamu berasa kaya.

di sore hari kita akan menegur kucing2 kelaparan yg lewat depan rumah menawarkannya sepotong ikan pindang atau melihat tetangga asing yg sibuk dengan urusannya masing2.

sekarang liat aku baik2, aku bukan lah sosok yg pinter meramui hidup bukan pria dengan segala sikap2 cemerlangnya, mungkin aku akan bertindak apatis, skeptis, atau berlaku tidak etis kepadamu. bahkan garis2 di telapak tanganku saja tidak membentuk namamu. aku menawarkanmu babak baru untuk kita cerobohkan bersama2 aku menginkanmu hingga bungkuk, tuli, celaka. mungkin aku bukan suami yg baik namun aku tidak akan berbalik

Selasa, 23 Agustus 2022

Y O G Y A K A R T A

 mengawali malem ini dengan mengucapkan

terimakasih jogja.... 

beruntung aku bisa menganalmu

sebagai 

kota pelajar

kota wisata

kota yg menempa kebijaksanaan dan pendewasaan

dan saat ini

lebih tepatnya aku menyebutmu sebagai kota kerinduan

kali ini banyak senyum yg harus aku tinggalkan

serta beberapa tawa harus pergi tanpa pamit

aku gapunya pilihan

semesta punya takdir 

dan jogja tetep punya cara untuk memanggilku kembali suatu saat nanti

maaf untuk segala kecewa

maaf untuk semua khilaf

terimakasih untuk beberapa tahunnya

terimakasih atas segala rasa

Minggu, 16 Januari 2022

di penghujung hari ketika sang surya gamemancarkan sinar senjanya
sekarang giliran sang hujan yg membasahi sebagian sudut kota kecil
kala itu aku sedang berdialog dengan tuhan, mengapa pundak ku kian hari makin berat?

lalu terlintas di angan wajah wajah bahagia, saat itu langit melukiskan dua insan menunjukan betapa bahagianya wanita paruh baya dan lelaki tua itu memandangiku dari atas sana
ia sedang menyaksikan putra kecilnya yg kini menginjak dewasa sedang mengejar mimpi diatas luka yg masih mengangga
ia hanya ingin bahagia dan menjahit lukanya lalu sembuh

sebenernya tanpanya ia tak kuasa berdiri
namun demi bibir tipisnya tetep tersenyum 
ia memaksa kakinya agar tetep berdiri

MAKNA MAAF

rintik itu seolah tau apa yg kurasa

begitu juga dengan angin yg berhembus

semua alam pun tau 

apa yg sedang ku alami

aku kira ini hanya sebuah rintik aja

tapi ternyata

ini sebuah badai yg besar

sebuah badai yg selalu aku abaikan

aku kira telah memanfaatkan semua yg terjadi

akan kembali seperti semula

aku ngga mengerti makna maaf bagimu

apakah itu sebuah kata untuk memulai kembali

atau tanda

berhenti melakukan kesalahan