Jumat, 14 Desember 2018

i like me better when im with u

Kau tak tahu,
dia menjaga hatinya hanya untukmu.
Ia tak mau berpindah pada lain hati
yang mungkin lebih tulus darimu.

Dia tetap memilihmu,
dia tetap menaruh hati padamu.
Dia masih mencintaimu dengan luar biasa.

Kau tak tahu,
Ia juga diam-diam mengingat hal-hal
unik yang sering kau lakukan.
Ia juga diam-diam menyimpan
beberapa fotomu.

Ketahuilah,
dia mencintaimu dengan sangat.

Minggu, 02 Desember 2018

kenyataan yg harus diambil

mah pak, akankah sakit ditinggalkannya seperti ini?

seperti aku yang hanya bersambut ruang kosong di tiap pulangku
seperti aku yang hanya berteman gema napasku sendiri dari sudut kamar
seperti aku yang hanya menikmati harum mie instan tanpa aroma masakan makan malam seperti saat dulu pulang

akankah sesak merindunya seperti ini?
seperti aku ketika kangen kamu, mah pak
merasa hampa tanpa raga
tanpa lengan untuk mendekap, tanpa tubuh untuk kurengkuh
tanpa pundak untuk bersandar,
tanpa telinga untuk mendengarkan
tanpa jemari untuk mengusap tangisku,
tanpa suara untuk membangunkan solatku,
dan tawa untuk berbagi ceriaku

mah pak, retoriskah tanyaku?
atau ini hanya cara aku sampaikan bahwa kenyataan tiadamu terlalu pahit dan merindumu seperti dihantam dari langit ke kaki bumi

sakit dan sesak; teramat sangat

Minggu, 11 November 2018

senja

Ini tentang satu senja yang tak lagi jingga. Warnanya seperti palet yang tumpah ruah, menciptakan warnanya tersendiri. Meleburkan setiap rindu yang kumiliki.

Ini tentang satu sore kala menatap kedua bola matanya dalam sedetik. Di sela canda, di tengah perdebatan, atau bahkan ketika diam tak berkutik. Mampu mendebarkan hati yang telah lama mati.

Ini tentang dia, di satu sore yang beranjak gelap. Namun untuk pertama kali usai bertahun-tahun, Aku tak mengapa mendapati malam menggigit. Maupun mendapati esok adalah hari terberat.

Ada dia yang kubungkus dalam hati. Tentang senyumnya, tawanya, hingga sorot mata jenakanya. Dalam satu sore yang tak lagi jingga.

diem=emas

Seharusnya,

aku tetap diam ketika diterpa perasaan yang kian merambat tak tau arah.

aku tetap diam ketika suatu ini muncul tiba-tiba, tak sadar tempat bahwa semua hanya siklus pertemanan.

aku tetap diam ketika sadar titik kebahagiaan itu hadir melalui omong kosong kekonyolanmu akan hal-hal sederhana.

Karena seharusnya aku hanya harus tetap diam,  menganggap gejolak pada diriku sendiri tak ada.

Karena aku telah belajar,
bahwa diam ternyata benar, emas.

tercinta❣️

Orang tuamu mungkin tidak lancar atau mungkin juga sama sekali tidak mengerti Bahasa Inggris.
Mereka mungkin tidak mengerti teknologi dan tren-tren yang sedang laris.
Mereka mungkin terlihat kuno dan bodoh. Tidak bisa mengajarimu aljabar, tidak mengerti teori ini itu secara panjang lebar.
Mungkin pula kamu pernah malu akan mereka yang menurutmu tidak sekeren orang tua temanmu lainnya.

Dan yang sering terlewati dan belum dipahami, mereka mengerti sekali tugasnya untuk bekerja sehingga kamu punya kesempatan mendapatkan pendidikan tinggi.

Mereka yang paling tau seperti apa nada tangismu saat baru lahir dulu, mengerti alergi-alergi dan hal apa saja yang harus dihindari.
Mereka yang paling tahu makanan kesukaanmu, baju favorit pertamamu, tanggalnya gigi susumu, langkah pertama saat kamu belajar berjalan dan jatuh.

Mereka yang sering dianggap tidak keren sama sekali, tanpa kamu ketahui, mencintaimu lebih dari diri sendiri.

lelah

aku sudah kehabisan cara untuk membuatmu jatuh cinta.

mulai dari selalu mengalah sampai sesaknya meredam amarah.

pernah aku ingin jadi wanita-wanita yang dulu pernah menjadi tambatan hatimu, seperti apa mereka sampai-sampai mampu membuatmu berjuang sebegitunya, sampai membuatmu tergila-gila cinta.

mereka yang dengan mudah mendapatkan tahta dihatimu, tanpa perlu menderita karena rindu, tanpa perlu digantung waktu, tanpa perlu dihancurkan terlebih dahulu.

pernahkah mereka memohon kepadamu untuk tetap tinggal? pernahkah mereka marah hebat, tapi justru mereka yang meminta maaf? pernahkah mereka kau tinggalkan tanpa kabar tetapi tetap menyambut baik ketika kau datang?

aku selalu bertanya-tanya, pernah kah mereka melakukan apa yang aku lakukan hanya untuk membuatmu jatuh cinta?

dan aku sudah kehabisan cara, sakitku sudah mengalahkan segalanya, karena seindah apapun aku mencintaimu, aku tetaplah aku

Kamis, 08 Februari 2018

dia

Kalau kau belum yakin denganku untuk apa selama ini aku bersikeras mempertahankanmu? Untuk apa selama ini aku terus menerus ada di sampingmu? Kau tentu paham aku bisa saja memiliki kesempatan untuk memilih orang lain. Tapi hanya kamu saja yang kuingin. Kau juga paham aku bisa saja pergi bila aku mulai tak betah denganmu. Tapi selalu kujaga kesempatan untuk memilikimu. Percayalah, bahwa tak ada yang bisa kubangga-banggakan dalam hidup bila aku tak pernah bisa mencintaimu sepanjang hidup. Aku ada untukmu. Dan kau diciptakan untukku. Hidup kita sesederhana itu.

Senin, 05 Februari 2018

teori yogyakarta

Kalau kamu tak ingin jatuh cinta di jogja,
Jangan sekali kali datang ke jalan penuh angkringan,
Iya itu yang sekarang jadi tongkrongan.
Kamu tau kenapa?
Kopinya genit, hujannya apalagi.
Bisa bisa kalian sengaja dijebak agar hujan dan kopi menjadi topik perbincangan menghabiskan waktu yang akan terasa singkat tapi hangat.
Jangan!
Katanya tak mau jatuh cinta?

Kalau kamu tak ingin jatuh cinta di jogja,
Alun alun utara atau selatan,
Tempat haram untuk dikunjungi.
Kamu tau kenapa?
Luasnya lapangan, tak sebanding dengan petak tempat kalian akan duduk.
Sempit, bisa bisa kalian duduk berdempetan.
Bukankah jika sudah begitu,
Ditambah genjrengan profesional milik mas mas pemusik, akan membuat angan berdempetan di pelaminan melambung tinggi?

Kalau kamu tak ingin patah hati di jogja,
Andong becak jangan jadi transportasi.
Repot!
Kamu tau kenapa?
Guyonan ramah pak kusir,
Ayunan nyaman pak becak,
Ditambah senyum miliknya yang kau petik diam diam,
Ah! Tidak! Nanti kamu patah lagi!

Pokoknya,
Kalau kamu di jogja.
Jangan pergi pergi,
Tidur saja lagi dan lagi.
Tutup jendela dan pintu kamarmu,
Nanti kamu jatuh cinta!
Akhirnya?
Patah lagi!

Runyam!