Minggu, 17 September 2017

jangan ditiru

Entah harus berapa kali lagi harus percaya sama orang. Semua orang memang harus berpikiran positif tapi apa yang dia dapat kecewa, dan terus terusan di bohong. Yah semua itu bukan urusanku urusan bohong dan di bohongi biarkan kita serahkan pada Allah. Dia yang ngatur hidup kita, kalo pun kita di bohongi itu yang terbaik menurut Allah. Ambil indahnya saja. Hidup bukan seperti apa yang ada di dalam pikiranmu. Kamu ingin ini Allah kabulkan kamu ingin itu Allah kabulkan. Enak sekali hidup mu kaya di surga saja. perjalanan hidup ini sudah di tulis sejak kita dalam kandungan, manusia hanya bisa mengompos apa yang sudah di tuliskan oleh Allah. Dimana kopi yang pahit kita kasih gula biar manis, tergantung selera kita. Nah seperti itulah kita mengompos hidup yang memang sudah di tulis oleh Allah.

Berterima kasih lah pada semua yang pernah menipu mu karena dari dia kamu belajar tak menipu. Berterima kasih lah pada yang menyakitimu karena dari dia kamu belajar dimana kamu berusaha tidak menyakiti orang lain. Simpel sebenarnya tapi yah begitulah manusia dia memiliki ego yang tinggi sehingga kita lupa akan pelajaran itu.Terlalu bodoh memang, iya terlalu bodoh. Kita bodoh kalo kita tak belajar dari apa yang terjadi. Harus kah kita marah, kecewa ketika kita berulang kali di tipu, di sakiti? Seharusnya sih tidak. Karena dulu kita juga pernah menyakiti dan menipu. Yah itu hukum alam dimana kita melakukan sesuatu ke orang lain kita juga akan dilakukan seperti itu. Kalo marah dan kecewa berarti kita lupa.

Kata pidi baiq kalo kita di bilang jelek kita tersinggung dan marah berarti kita sok ganteng atau merasa ganteng. Tapi kalo kita sudah merasa jelek kalo di bilang jelek ya berarti
dugaan kita benar-benar banget itu jurus buat kita nggak kecewa.
Jadi jangan merasa sok benar jika kita kadang salah. Jangan sok suci bila kita sering berdosa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar