Jika pada waktu tertentu dinding
kamar berbayang kamu, angkat
tangan kanan sejajar dengan bahu
dan matikan rokok. Matikan lampu, lalu
pejamkan matamu. Ucap dalam
sanubarimu segala yang sempat tercekat
waktu.
Jika pada waktu tertentu kerlap-kerlip
yang di atasmu itu menjelma bibirku,
larikan jemarimu pada bibirmu dan
sentuh ia dari kanan ke kiri. Pelan-pelan.
Anggap saja itu kecup atau mungkin
ketap. Setelah itu, jangan lupa terlelap.
Jika pada suatu waktu sedang merasa duka mendekap erat-erat,
atau saat yang indah-indah sedang singgah
barang satu pekan atau tahun atau
mungkin hanya secepat kilat,
berjanji padaku 'tuk terus ucap
syukur dengan berkuadrat. Jangan lupa
pula bahwa aku akan selalu
mendoakanmu dengan berpangkat.
Semoga sehat, semoga selamat. Ingat
bahwa aku memilih di luar untuk terus
bisa menyusup ke dalam dengan kuat.
Aku erat. Aku dekat. Denganmu. Dari
sepuluh ribu lima ratus yang tersirat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar