sekarang giliran sang hujan yg membasahi sebagian sudut kota kecil
kala itu aku sedang berdialog dengan tuhan, mengapa pundak ku kian hari makin berat?
lalu terlintas di angan wajah wajah bahagia, saat itu langit melukiskan dua insan menunjukan betapa bahagianya wanita paruh baya dan lelaki tua itu memandangiku dari atas sana
ia sedang menyaksikan putra kecilnya yg kini menginjak dewasa sedang mengejar mimpi diatas luka yg masih mengangga
ia hanya ingin bahagia dan menjahit lukanya lalu sembuh
sebenernya tanpanya ia tak kuasa berdiri
namun demi bibir tipisnya tetep tersenyum
ia memaksa kakinya agar tetep berdiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar