Minggu, 11 November 2018

diem=emas

Seharusnya,

aku tetap diam ketika diterpa perasaan yang kian merambat tak tau arah.

aku tetap diam ketika suatu ini muncul tiba-tiba, tak sadar tempat bahwa semua hanya siklus pertemanan.

aku tetap diam ketika sadar titik kebahagiaan itu hadir melalui omong kosong kekonyolanmu akan hal-hal sederhana.

Karena seharusnya aku hanya harus tetap diam,  menganggap gejolak pada diriku sendiri tak ada.

Karena aku telah belajar,
bahwa diam ternyata benar, emas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar