Seharusnya,
aku tetap diam ketika diterpa perasaan yang kian merambat tak tau arah.
aku tetap diam ketika suatu ini muncul tiba-tiba, tak sadar tempat bahwa semua hanya siklus pertemanan.
aku tetap diam ketika sadar titik kebahagiaan itu hadir melalui omong kosong kekonyolanmu akan hal-hal sederhana.
Karena seharusnya aku hanya harus tetap diam, menganggap gejolak pada diriku sendiri tak ada.
Karena aku telah belajar,
bahwa diam ternyata benar, emas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar