Minggu, 11 November 2018

senja

Ini tentang satu senja yang tak lagi jingga. Warnanya seperti palet yang tumpah ruah, menciptakan warnanya tersendiri. Meleburkan setiap rindu yang kumiliki.

Ini tentang satu sore kala menatap kedua bola matanya dalam sedetik. Di sela canda, di tengah perdebatan, atau bahkan ketika diam tak berkutik. Mampu mendebarkan hati yang telah lama mati.

Ini tentang dia, di satu sore yang beranjak gelap. Namun untuk pertama kali usai bertahun-tahun, Aku tak mengapa mendapati malam menggigit. Maupun mendapati esok adalah hari terberat.

Ada dia yang kubungkus dalam hati. Tentang senyumnya, tawanya, hingga sorot mata jenakanya. Dalam satu sore yang tak lagi jingga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar