seperti aku yang hanya bersambut ruang kosong di tiap pulangku
seperti aku yang hanya berteman gema napasku sendiri dari sudut kamar
seperti aku yang hanya menikmati harum mie instan tanpa aroma masakan makan malam seperti saat dulu pulang
akankah sesak merindunya seperti ini?
seperti aku ketika kangen kamu, mah pak
merasa hampa tanpa raga
tanpa lengan untuk mendekap, tanpa tubuh untuk kurengkuh
tanpa pundak untuk bersandar,
tanpa telinga untuk mendengarkan
tanpa jemari untuk mengusap tangisku,
tanpa suara untuk membangunkan solatku,
dan tawa untuk berbagi ceriaku
mah pak, retoriskah tanyaku?
atau ini hanya cara aku sampaikan bahwa kenyataan tiadamu terlalu pahit dan merindumu seperti dihantam dari langit ke kaki bumi
sakit dan sesak; teramat sangat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar