Bisa tolong kecilkan volumenya atau bubarkan saja konsernya? Supaya telingaku bisa berfungsi sebagaimana mestinya, bukan hanya mendengar argumen disertai nada amarah yang begitu lantang dan nyaring.
Bisa tolong tutup tirai pertunjukkannya? Supaya mataku bisa melihat indahnya pemandangan Sang Pencipta, bukan hanya melihat tangan yang mendarat di pipi, atau melihat vas bunga melayang dan pecah terhantam tembok.
Bisa tolong buang saja pita suaranya? Supaya hidupku lebih damai dan tentram seperti apa yang tersurat dalam ramalan garis tanganku, bukannya menjadikanku budak dalam konser musikalisasi hidupnya.
Bisa tolong patahkan saja tangannya? Supaya tubuhku bisa diperlakukan layaknya manusia yang dipayungi kasih sayang, bukannya seperti hewan yang mendapat kesengsaraan.
Bisa tolong hentikan dramanya? Supaya aku tidak pusing memikirkan skrip takdir Tuhan yang selanjutnya, bukan justru membawaku pada putaran takdir yang tak seharusnya dilewati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar