Jika menulis adalah cinta, maka tinggalkan aku dengan sebuah pena, selembar kertas, dan aku berjanji aku akan membuatmu merasakan lagi betapa indahnya duduk di atas bentala tanpa alas apa-apa; bersama.
Jika menulis adalah cinta, diamkan aku di tengah bukit yang penuh gema restu; yang mengayuh dalam lembayung dari jauh, niscaya aku akan merengkuhmu dari setiap lara yang mencambuk kita.
Jika menulis adalah cinta, maka kamu adalah suatu mahakarya dari goresan aksaraku yang akan aku simpan bukan di lembar bukuku melainkan di hatiku yang paling dalam.
Kamu adalah jiwa dari setiap anak puisi-puisiku lahir dari sajak yang lewat dalam kalbu dan berterbangan ditemani alunan anila menuju masa depan yang amerta.
Kamu; yang menjadi bunga di setiap kata-kata.
Kamu; yang membuatku bisa menulis semua ini seindah lazuardi yang aku sangat ingin miliki.
Dan dariku untukmu adalah suatu terima kasih;
bukan hanya karena kau membuatku merasakan lagi bagaimana cinta mengisi lakuna, bukan hanya karena kau yang seorang kimpoidra dan menginspirasiku dalam menulis para prosa, tapi karena kau adalah kau; seseorang yang sangat berharga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar