Sabtu, 29 Agustus 2020

Kutitipkan

Hanya kau yang tersimpan

di tiap habis bungkus rokokku

di tiap jaket-jaket lusuh yang robek itu

di tiap selembar uang terakhir di ujung malamku


Hanya kau yang tertidur pada mataku

mata yang menolak lelah dan menjual lelapnya

pada harapan yang berjejak

di tiap kaki yang lelah

hanya kau yang ada di dalam


Dan pada kamarku

pada sampah-sampah di sudut jendela

di tiap asbak yang penuh abu itu

hanya ada namamu di kepalaku

dan di tiap doa-doa tak suci itu


Aku selalu mendoakanmu

pada cinta yang tak tau 

Antara nyala bara rokokku

juga kerinduanmu 

hanya ada dirimu mengepul bersama waktu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar