puan, apa yg lebih sengsara dari dusta?
entah apa yg sedang aku inginkan
entah tahta apa yg aku coba duduki sekarang
bukankah aksaraku gapernah sekejam ini
atau memang beginilah diriku yg selalu ku sembunyikan
puan, ajaranmu sirna
seseorang penuh ketakutan ini kembali menciutkan nyalinya
puan, tata krama yg kau ajarkan mulai beda tafsir
mataku menatap tapi buta
telingaku mendengar tapi tuli
entah siapa yg berubah, aku atau dunia ini?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar